pada tanggal
Bisnis
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Terkadang kebahagiaan itu sulit ketika kita berusaha meraihnya, tapi bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan momen bahagia.
Semua orang ingin bahagia setiap hari, tetapi terkadang hal yang tidak kita duga bisa datang kapan saja dan kebahagiaan tiba-tiba sirna.
Ya, problematik kehidupan selalu mendera selama kita hidup di dunia ini. Sebenarnya, bisa saja kita hadapi dengan kebijaksanaan.
Tetapi karena terkadang problematik kehidupan datang tiba-tiba, itu membuat kita lupa, dan lebih merasakan di dalam hati.
Momen Kepedihan, kekecewaan, dan semua emosional yang ada pada kita.
Yang sering membuat kita membeku adalah hasilnya, padahal, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukannya.
Kita belajar sebelum menghadapi ujian esok hari. Jika terjadi kesalahan, pada materi ujian, kita bisa masih bisa menerimanya.
Yang sering jadi persoalan adalah nilai hasil ujian tidak sesuai atau hasilnya dibawah keinginan kita.
Momen seperti ini sering membuat kita jatuh. Evaluasi pasti kita lakukan, dimana, dan apa yang tidak tepat.
Melakukan evaluasi sama halnya dengan kita bersikap bijak, yang jadi pertanyaan, bisakah kita menerima hasil akhirnya? Dan kita tahu jawabannya juga tidak benar.
Lesu, menyalahkan diri kita sendiri, dan mengapa, Bahagia tiba-tiba sirna.
Kita menjadi konyol dibuatnya. Kondisi ini memaksa kita untuk menerimanya dan pasti kita juga merasa tidak nyaman.
Disaat itu juga kita mengakuinya, dan membuat kita merasa lebih tenang. Terasa begitu natural yang kita lakukan bahkan tanpa paksaan.
Pada dasarnya emosional terkoneksi satu sama lain, karena kita tidak mau terperangkap di dalam itu terus-menerus.
Hati dan pikiran bisa tiba-tiba bekerja secara otomatis saat kita merasa tidak nyaman atau tidak bahagia. Seolah-olah melawan.
Ada juga yang bisa terperangkap di dalam sirkulasi itu. Jika kamu salah satunya, lakukan ini 'di ujian berikutnya saya akan mendapatkan nilai yang lebih baik'.
Pikiran positif, bisa menyemangati diri kita untuk menjadi lebih baik dan bahagia.
Energi negatif selalu menyelimuti kita bahkan bisa merasuki kita kapan saja. Dengan sisi positif yang kita miliki, kita bisa mengontrol emosional yang memuncak.
Tidak bisa dipungkiri jika terkadang keinginan kita tidak terwujud. Sama halnya seperti saat kita bekerja.
Kepala divisi, memintamu untuk mengerjakan sebuah proyek. Tentu, awalnya mereka meminta konsep, dan meminta presentasi dahulu.
Dari poin ini kamu mulai mendalaminya, mengupas secara detail, dan semua kemungkinan yang ada kamu telusuri.
Di akhir hari, Anda maju mempresentasikan konsep Anda dan semua yang kamu miliki.
Kamu pasti heran jika mendapatkan momen diluar expetasi, 'kami menginginkan yang seperti ini' 'yang kami inginkan seperti itu' mereka lebih merujuk hasil miliki orang lain.
Disisi lain sebenarnya mereka juga meminta pegawai lain untuk membuat konsep untuk proyek yang sama.
Konyolnya, kita bisa saja melupakannya bahwa pegawai lain juga melakukan hal yang sama atau memang kamu tidak perduli bahwa memiliki saingan.
Mungkin karena expetasi yang tinggi, pastinya, expetasi bukan hal yang salah, karena memang itu yang kita harapkan, sama halnya dengan orang lain.
Faktanya harapan bisa memotivasi diri kita untuk bertindak lebih. Harapan itu bisa membuat pikiran bahagia dan membuat kita lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan.
Masalahnya, bisakah kita menerimanya? 'kenapa waktu itu mereka meminta saya, seharusnya mereka langsung saja mereka meminta kepada dia' !
'ini hanya membuang-buang waktu saya'. Emosiomu pasti tiba-tiba memuncak, untuk meluapkan dan melupakannya karena kesal kamu lalu meminum-minuman keras.
Apa dengan cara itu bisa menyelesaikan semua hal, yang ada adalah kamu hanya akan menambahkan masalah. Rasa Itu hanya sesaat tidak hanya selamanya.
Dan bahagia Anda hilang saat efeknya berakhir. Hindari melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri.
Dan esok paginya saat bertemu orang itu Anda berguman 'nah, seorang bintang yang sedang bahagia sedang berjalan di atas karpet merah'.
Kenapa anda tidak mengatakannya secara langsung? 'Bagaimana kabarmu wahai sang pemenang?'' seharusnya seperti itu
Ketimbang kamu menyimpan rasa sesak seharusnya kamu mengucapkan selamat, walaupun kamu tidak menyukainya.
Karena kamu profesional, selama itu sebuah persaingan sehat, kompetisi itu sehat. Kita harus bijaksana walaupun itu menyakitkan.
Pada kenyataannya kita tidak bisa mengontrol semua hal, yang bisa kita kontrol adalah diri kita sendiri.
Problematik kehidupan seolah-olah seperti sebuah trik, jika kita lebih terbuka, dan menerima hasil. Kita bisa bermanuver di kompetisi berikutnya.
Anda bisa kepada berbicara dengan tuan Atau nyonya itu, berbagi, hanya sedikit basa-basi tidak masalah bukan?
Bagaimana Anda menentukannya, bagaimana Anda membuatnya, dari hal yang kita lakukan melalui sharing, kita bisa mengetahui kekurangan kita.
Dengan melakukannya Anda menunjukkan bahwa Anda profesional, karena Anda bisa menerima apapun hasilnya. Jadi! Kamu bahagia mereka pun bahagia.
Dibalik problematik pasti ada makna, jika kita mengambil sikap bijaksana, bahagia di setiap kondisi bukalah hanya konsep semata.
Mungkin tidak hari ini, mungkin esok hari. Kemungkinan kamu meraihnya, itu pasti ada.
Stabilitas emosional kita seharusnya juga dijaga. Mood kita, sering berubah. Detik ini merasa bahagia detik berikutnya bisa saja amarah itu datang.
Walaupun begitu kita juga harus dapat mengontrol mood kita. Mungkin tidak sepenuhnya mengubah apa yang sedang kita rasakan sebelumnya.
Tapi, dengan mengontrol saat mood kita berubah setidaknya bisa menghilangkan rasa itu perlahan-lahan.
Terkadang saat kita terasa lelah, mood bahagia berubah, di saat itu lelah terjadi kita cenderung mengeluh. 'duh, masih banyak yang harus diselesaikan' 'tidak mungkin saya bisa menyelesaikannya saat ini juga'.
Dari keluhan itu saja bisa menurunkan motivasi kita, menjadikan kita malas untuk bergerak. Lelah? Semua juga merasakannya, tetapi, apa kita akan terpaku begitu saja?
Pertama kamu harus tenang. Pikiranmu juga harus diberi jeda, jangan pikirkan apapun, tahan itu sedikit. Seperti melamun, tetapi bukan.
Jika membiarkan pikiran lepas dan liar, efek negatif ikut mengalir didalamnya. 3-5min itu tidak apa-apa, selama pikiran kita tidak kemana-mana.
Pikiran kita bisa mengeluh kapan saja, jangan biarkan itu mengontrol kita. Semakin tenang diri kita, semakin bagus.
Ambil nafas panjang di saat kamu mengambil jeda berfikir. Keluarkan nafas sedikit kencang setelahnya.
Lalu nikmati sensasi nafas normal Anda. Kita bisa mengambil nafas panjang di sela-sela dan di akhir 5min. 'Ok saya siap'.
Sambut dengan senyuman, jangan perduli berapa banyak pekerjaanmu saat menyambutnya.
Heran kenapa harus dengan senyuman? Senyuman bisa menguatkan dan mengembalikan motivasi kita disaat itu juga. Karena kamu sedang merasakan efek bahagia
Efek senyuman sangat kuat. Saat Anda bertegur sapa, dengan rekan atau teman. Perasaan bahagia tiba menyelimuti kita. Senyuman juga bisa mempengaruhi sekitar kita, walaupun itu palsu.
Saat tersenyum kita pasti berbicara walaupun sedikit, dan efeknya bisa berkepanjangan.
Menjadi canda tawa, perlahan kita melupakan hal negatif. Kita tidak merasakannya, karena kebahagiaan bisa benar-benar menyingkirkan aura negatif.
Secara tidak sadar kita kembali fokus, pada pekerjaan setelah jeda. Karena kita mengontrol keluhan kita, saat kelelahan yang mencoba mempengaruhi tubuh dan emosional kita.
Pelan tapi pasti, jangan terburu-buru, yang terpenting dahulu. Jika kita menikmati ritmenya, maka dengan perlahan gerakan kita semakin meningkat. Ada baiknya untuk mengontrol pergerakan, 'perhatikan waktu'.
Kondisi yang perlu diperhatikan. Saat melihat jam, jangan kawatir dengan waktu yang terus bergulir. Tetapi berfikir, mana yang terlebih dahulu yang harus diselesaikan. Pastikan menyelaraskan diri kita dengan waktu.
Jadi! Dengan cara ini kita lebih efektif bergerak, daripada saat kita memikirkan kekawatiran.
Duduklah saat Anda merasa emosional berubah, duduk bisa menurunkan urat syaraf yang mengencang.
Karena kelelahan otot-otot kita bekerja lebih, bahkan tubuh bisa menjadi panas. Ya, seperti handphone saat digunakan tanpa henti. Cara menurunkan panasnya dengan menghentikan pemakaiannya.
Semakin kita merasa kelelahan, semakin kita tidak bisa mengontrol emosional.
Kelelahan dapat menekan tubuh kita. Semakin kita tertekan semakin buruk pada emosional kita.
Jika takut ketahuan atasanmu, pergi ke kamar mandi sebentar. Ini bisa dilakukan bagi kamu yang bekerja duduk seharian di depan komputer. Ya, tuntutan pekerjaan membuat kita tidak bisa meninggalkan komputer sesuka hati.
Keadaan ini terkadang dapat menekan batin. Sehingga kebahagiaan saat bekerja hilang dan menurunkan motivasi.
Saat kita berjalan menuju kamar mandi, kaki kita bergerak, ini bertujuan merenggangkan otot kaki setelah beberapa jam saat duduk didepan komputer.
Dengan menekut kaki kita selama bekerja, bisa memperlambat aliran darah. Kesemutan, kaki pegal sering kita rasakan di posisi itu dan terasa tidak nyaman.
Dengan berjalan, kita memperlancar sirkulasi darah saat itu juga. Jangan berfikir apapun juga saat berjalan ke kamar mandi.
Lakukanlah jeda, hindari berfikir tentang pekerjaan selama beberapa menit. Tekanan yang ada di kepala perlu di turunkan.
Cuci muka agar terasa segar, tekanan pekerjaan terkadang membuat kita tidak fokus. Nikmati napas, jaga pikiran tetap jernih.
Untuk wanita jangan kawatir dengan make up, setelah cuci muka kamu bisa memperbaiki dandananmu. Saat kamu ingin terlihat cantik atau menawan saat berdandan bisa menurunkan energi negatif. Jangan lupa untuk tersenyum setelah berdandan.
Minum segelas air mineral. Air bisa membuat mood kita kembali. Terkadang saat kita bekerja seharian kita lupa untuk minum, dan efek dehidrasi ringan dapat membuat kita lepas kendali. Dengan segelas air dapat melegakan perasaan.
Tidak apa-apa jika suka menkonsumsi kopi atau teh. Hanya, jangan terlalu banyak. Memang benar kopi bisa mendatangkan mood bahagia
Tetapi jika terlalu banyak yang Anda rasakan malah sebaliknya. Perasaan Anda akan berkecamuk, menggebu-gebu, terkadang perasaan yang berlebihan datang. Dan kemungkinan kita menjadi tidak fokus.
Garis besar, Jika kamu minum kopi, lakukan sebelum bekerja, atau saat istirahat, atau saat sedang bersantai. Yang terpenting selagi sedikit panas.
Saat menkonsumsi kopi dingin yang kita rasa adalah gula lebih mendominasi kopi.
Bahkan rasa gula itu masih melekat di rongga-rongga mulut. Hal ini bisa membuat kita tidak nyaman, jika terjadi minumlah air mineral.
Mungkin terlihat mengada-ada, akan tetapi, di kondisi kita dituntut bekerja lebih dan tidak bisa pergi meninggalkannya begitu saja, ini adalah langkah terbaik, dan hal bijak yang dapat kita lakukan.
Terjebak dalam lingkaran pekerjaan setiap hari, dan terjadi berulang kali. Kita perlu melakukan tindakan untuk menjaga suasana hati yang bahagia. Jangan biarkan itu pergi.
Supaya kita tidak tertekan terhadap pekerjaan yang dapat membuat kebahagiaan meninggalkan kita. Kita perlu melakukan variasi kegiatan setelah bekerja.
Salah satunya adalah, dan yang paling para wanita sukai, adalah berbelanja. Ini fakta yang harus saya dan para pria terima.
Jika seorang wanita pergi berbelanja pasti mereka amat sangat bahagia, kita bisa melihat dari mata mereka yang berkaca-kaca, tidak bisa berpaling.
Kenyataannya lain, pria dan wanita bisa merasakan bahagia saat bisa mendapatkan atau membeli barang yang disukainya.
Disisi lain kita mendapatkan dilema, terlalu banyak berbelanja juga mendatangkan masalah, keuangan yang tidak terkontrol.
Jadi, kita harus bijak juga dalam berbelanja, jika tidak kondisi keuangan dapat mempengaruhi suasana bahagia dan emosional kita. Dan khusus seperti kondisi saat ini, kita harus berhemat.
Kita perlu mengatur berapa banyak yang kita keluarkan, biaya untuk kehidupan sehari-hari, berbelanja, jika investasi lebih menarik lakukanlah.
Investasi seperti berbelanja, mana yang lebih menguntungkan, mana yang lebih baik, mana yang lebih bersaing. Jika terlalu kawatir karena kondisi pademik saat ini, bisa mengalihkan ke menabung.
Kita bisa memilih mencari di online, hanya, jangan terlalu terburu-buru dan langsung membeli.
Tetap berpegang teguh pada kalkulasi pengeluaran, banyak pilihan. Yang terpenting dahulu, dirasa uang tidak cukup. Cari diskon, atau masukkan kedalam daftar belanjaan bulan depan.
Perbandingan perlu diperhatikan, mungkin Anda seorang yang berfikir 'harga tidak masalah, karena harga tidak menipu', Coba pertimbangkan tentang investasi.
Terasa berlebihan melihat-lihat harga barang di online? Ini lebih baik dari pada Anda seharian penuh memperhatikan layar media sosial Anda. Bijak menggunakan smartphone juga penting.
Yoga, dan meditasi bisa dimasukkan ke dalam daftar setelah bekerja. Jika Anda seorang wanita yang sering memakai sepatu hak tinggi.
Ini bisa dipertimbangkan. Yoga dan meditasi bukan untuk hanya menurunkan kadar stres, bisa membuat tubuh Anda lebih menarik.
Menghabiskan waktu setelah bekerja bersama teman bisa dilakukan untuk meningkatkan mood bahagia.
Saat kita berbincang-bincang terkadang secara tidak langsung, kita meluapkan emosional yang kita rasakan. Dan yang terbaik adalah saat mereka menenangkan hatimu.
Anda seorang introvert atau memang lebih suka menghabiskan waktu seorang diri?
Bermain game, pastikan menentukan batas waktu, jangan berlebihan. Membaca buku, atau inspirasi apapun itu dapat menjaga dan bahkan menaikkan perasaan bahagia.
Keluarga, Anda harus meluangkan waktu untuk keluarga. Karena mereka bisa menjadi pendukung utama di kehidupan kita.
Bertemu orang yang kamu cintai. Ya, meluangkan waktu untuk orang yang kita cintai bukan hanya membuat kita merasa lebih bahagia.
Dengan meluangkan waktu untuk mereka, Anda sama halnya dengan menghargai keberadaan mereka. Jika kamu melakukannya, mereka akan tersenyum
Rasa bahagia mereka dapat menaikkan rasa bahagiamu juga, semua hal buruk yang sedang kamu rasakan bisa sirna.
Apapun kondisinya sekarang jangan panik. Karena jika kita panik, saat menghadapi sebuah situasi kita tidak bisa melihat jalan keluar yang ada. Jadi tenanglah dan berfikir bijaksana.
Dan pertimbangan melakukan olahraga, yang ringan juga tidak apa-apa. Semakin kamu sehat, semakin banyak manfaat yang akan kamu dapatkan.
Komentar
Posting Komentar